Level Tertinggi Kebosanan Emak-Emak

Nggak kerasa ya, udah hampir 2 tahun lo ini pandemi :( Sad story banget buat orang-orang bosenan kayak aku, atau mungkin kalian yang baca tulisan ini. Hobi ngemal, ketemu temen dan nongkrong mungkin akan semakin sulit saat ini karena satu dan lain hal.

Oh ya, aku sebenernya termasuk netral ya, dibilang anak rumahan ya oke, anak tongkrongan ya oke, tergantung sikon aja. Tapi kalau ngomongin soal ngemal, aku tuh anaknya wajib banget tiap minggu hunting diskonan, liat baju & sepatu lucu atau cuma sekadar numpang selfie di toilet mal. Iya se-addict itu lo aku sama mal, huhuhuhu. Kalau sekarang karena ada "buntut", ya semakin sulit lah diri ini buat sekadar cuci mata ke mal. Ya, mau gimana lagi...

Hmmm, kalau ditanya sekarang ini gimana rasanya "terkurung" di rumah, ya engap lah! Aku pengen banget bisa kayak dulu, seproduktif dulu atau at least aku nggak banyak khawatir kalau ngajak anakku jalan-jalan keluar tanpa pakai masker. Anakku ini termasuk bocah yang ogah-ogahan pakai masker btw, mungkin sumpek kali, ya. 

Terus, jelas pandemi ini berdampak ke aku dan mungkin juga ke kalian secara psikologis. Menumpuknya pekerjaan baik pekerjaan domestik atau kantor membuatku (khususnya) jadi lebih sensitif. Jangankan orang lain ya, suamiku sering banget jadi korban kebawelanku, terutama di 2 tahun terakhir ini. Ahahahaha, jadi umbar aib!

Jujur, ini adalah level tertinggi kebosananku. Aku sampai bilang ke suami kalau aku pengin "menjauh" sejenak dari rumah dan cari tempat tinggal di kota lain, saking jenuhnya, woy! Tapi ya balik lagi, namanya angan-angan kadang suka didasari khilaf, bukan pertimbangan matang. Banyak banget deh angan-anganku selama "terkurung" di rumah ini, nggak tahu karena emang akunya yang nggak tahu diri atau masa pandemi bikin semuanya jadi serba berubah drastis. Aduh, jadi sambat terooooos!

Lalu kalau ditanya gimana caraku menyikapi semua ini, jawabannya sederhana tapi mungkin nggak dipraktiknya. Ya, aku selalu bilang apa yang sedang aku rasakan ke suami. Karena ya, masa pandemi kayak sekarang ngebuat kita kayak "kehilangan" teman gitu nggak sih? Ibaratnya kita semua lagi survival mode buat diri sendiri dan keluarga, makanya kayak nggak ada waktu buat ngurus yang lain-lain. Bukan, bukan egois, ini lebih ke logic thinking di masa yang serba sulit kayak sekarang.

Yang kedua, aku selalu berusaha tetap produktif dan ngelakuin hal berguna apapun yang aku bisa. Misalnya, aku coba buat ngisi konten di IG, branding diri lewat webinar atau komunitas dan sebagainya. Buatku ini bisa jadi healing sih walau sementara. Ya, daripada mumet tanpa ujung, bisa gila adek, Bang!

Banyak bersyukur iya, tapi silahkan buat diri kalian juga lebih peka terhadap segala kondisi. Be realistic aja sih, jadi kalau udah gini akan jauh lebih adaptif sama segala ketidakpastian ini.

Semangat deh ya buat semuanya, jangan hobinya sambat melulu kayak aku. See ya di tulisan selanjutnya!

Comments

Popular posts from this blog

Rekomendasi Film Barat Romantis Sepanjang Masa. Wajib Nonton!

[REVIEW] Rangkaian Body Care dari Scarlett Whitening yang Viral. Senampol Apa, Ya?

(REVIEW) NAAVAGREEN SKIN TONER; TONER IDOLA YANG BEBAS ALKOHOL!