Posts

Showing posts from November, 2017

Tak Selalu, Kami Berdandan Hanya Demi Menyita Perhatianmu

Image
"Berdandan bagai candu. Jika tak bersua sehari saja, rasanya sungguh rindu."

Hai, dandan lovers!

Semoga kalimat pembuka tadi nggak langsung menohok dan bikin syok, ya... Saya lagi pengen aja nih bikin tulisan yang agak-agak centil tapi dikemas sedemikian rupa supaya nggak ngetarani banget. Hahaha!

Jadi gini...

Ada anggapan bahwa fenomena make-up di era modern ini semakin aneh saja. Bahkan ada cowok yang nyeletuk, "Bedanya foundation sama BB cream tuh apaan sih? Bukannya sama aja? Dasar kalian para cewek boros!". Tanpa mereka tahu, kalau itu jelas beda fungsi dan kandungannya.

Anyway, hal ini lumrah dan pasti sering banget cewek-cewek alami. Belum lagi, anggapan kalau doyan dandan itu berarti centil dan haus perhatian dari lawan jenis. Lho, siapa nih yang mulai beranggapan begini? Hayooo...

Faktanya nggak begini sih sebenarnya. Saya, atau kalian para cewek yang suka banget pas lihat diri sendiri di kaca sambil bilang dalam hati, "Ih, bulu mata gue cakep banget, ya. C…

Sebulan Sebelum Menjadi Istri Orang

Image
"Menikah memang tidak seindah kelihatannya. Indah, bisa jadi karena dekorasi atau busana pengantinnya saja. Di luar semua itu, gerbang menuju kepahitan hidup mulai terkuak satu per satu..."

Itulah kalimat yang terus saya yakini dalam hati, supaya jauh dari rasa congkak karena sebentar lagi berhasil menanggalkan status single.

Pemikiran saya pun sederhana, meski lebih tepatnya ini "perhelatan akbar" yang telah 24 tahun lamanya diimpi-impikan kedua orangtua. Ya, anak perempuan ayah dan ibu sebentar lagi akan dipersunting orang. Bukannya tidak mungkin, intensitas berhubungan dengan mereka pun sedikit-banyak pasti berkurang.

Tahukah kalian, menyiapkan pernikahan (sesederhana apapun) itu rumit. Menyatukan banyak kepala, dua keluarga sampai isi dompet yang tidak stabil bukanlah hal mudah.

Lebih dari sekadar sabar dan bekerja keras, menghadapi hal semacam ini butuh perenungan panjang. Bahkan, deadline pekerjaan harus rela ditinggalkan, meski risikonya dipanggil ke ruangan HRD…