Sunday, December 29, 2019

Demi Glowing 2020; Percayakan Perawatan Wajah dengan NY Glow #GlowingSeries

December 29, 2019 0 Comments

Nggak kerasa, tahun 2020 sudah di depan mata. Selain resolusi soal karir, hubungan dan keluarga, apa sih yang menjadi rencanamu? Kalau saya sih, lebih ke resolusi soal kesehatan kulit wajah, di mana setelah jadi ibu, banyak banget PR yang harus dibenahi terkait hal ini. Nggak muluk-muluk, pengen terlihat lebih cantik dan menarik aja sih di depan suami. Ehe.

Untungnya, saya kenal sama salah satu brand skincare pendatang baru yang katanya ciamik plus niat banget sama semua detail produknya. Yup, NY Glow! NY Glow yang punya rangkaian skincare Glowing Series ini memang sesuai sama kebutuhan saya, di mana meski udah sering pakai sunscreen, kadang masih ada aja tanda-tanda kekusaman yang nyebelin. NY Glow Glowing Series ini memang difokuskan buat yang punya permasalahan kulit kusam plus pengen glowing sejak pemakaian pertama.


box gemas!

bundle of joy from NY Glow

Biar nggak basa-basi, ini ya detail rangkaian Glowing Series dari NY Glow yang minggu kemarin baru aja mendarat dan langsung saya cobain semuanya!

NY Glow Brightening Facial Wash


facial wash

Cairan pencuci muka dari NY Glow ini benar-benar sesuai ekspektasi! As you know, saya tuh paling selektif kalau milih sabun pencuci muka karena ini termasuk daily use alias dipakai sehari-hari. Kalau tekstur atau baunya ganggu dikit aja, saya mending skip dan cari yang lain. Serius, selektifnya kayak nyari jodoh, lho!

First impression:

  • Teksturnya pas, nggak terlalu cair atau kental
  • Wanginya enak dan menenangkan, nggak ada bau kimiawi sama sekali
  • Busa sedang, jadi nggak bikin kering setelahnya
  • Lembut saat diaplikasikan
  • Packaging bagus, kokoh dan elegan sekaligus enak dibawa-bawa
NY Glow Glowing Toner

toner

Toner yang cara pakainya disemprot ini juga jadi idola baru saya! Gimana nggak, selain baunya enak banget, toner yang fungsi utamanya menyegarkan sekaligus mencerahkan ini bisa juga jadi setting spray sehingga wajah semakin siap menerima 'hantaman' makeup atau skincare lain setelahnya. Nggak kaleng-kaleng deh toner satu ini!

First impression:
  • Sangat mudah meresap dalam hitungan detik
  • Wanginya enak dan nggak menyengat
  • Cukup 2 kali spray, udah kerasa banget segarnya
  • Packaging pas di genggaman dan nggak menuhin tas makeup
NY Glow Luxury Glowing Serum

serum glowing

detail ingredients dan cara pakai glowing serum
Saya tuh bukan tipe cewek yang suka pakai serum atau essence, sebenarnya. Bukan karena apa-apa, malas aja gitu kalau kudu nurut step by step pakai skincare ala-ala cewek Korea, ehe. Tapi, iseng nyobain Glowing Serumnya si NY Glow ini kok enaaaaaaak pakai banget! Saya memang nggak sempat foto wajah pas pakai ini, tapi seriusan, ada efek glowing alias glass skin kayak tren makeup sekarang itu, lho. Meski nggak pakai bedak atau tone up apapun, wajah jadi auto kinclong dan sehat!

First impression:
  • Tekstur cairnya pas, jadi nggak mbeleber ke mana-mana
  • Nggak ada sensasi lengket atau bau menyengat
  • Sekali pakai, langsung kelihatan efek cerahnya
  • Seger banget kalau dipakai setelah toner NY Glow
  • Packaging super mewah, elegan dan kokoh!
NY Glow Night & Day Cream

night and day cream
detail pemakaian night & day cream



Ngomongin night dan day cream memang selalu kontroversial, ya. Ada yang bilang, pakai krim malam dan siang itu bikin ketergantungan, terutama yang kulit wajahnya sensitif. Tapi, saya kayak nggak ngerasa hal aneh apapun setelah pakai night and day cream-nya NY Glow ini, lho. Justru, wajah jauh lebih kenyal setelahnya, walau saya baru pakai seminggu terakhir.

First Impression:
  • Tekstur krimnya pas dan nggak lengket
  • Nggak ada efek terbakar, walau terpapar langsung ke sinar matahari
  • Ada efek glowing setelah memakainya
  • Wanginya menenangkan
  • Packaging mini dan pas banget buat travelling!
Itu dia first impression saya setelah seminggu ini pakai rangkaian Glowing Series dari NY Glow. Jujur ya, ini beneran honest review!

Oh ya, NY Glow tuh memang juara banget deh soal packaging. Niat dan tahu banget selera konsumen, di mana warna-warna hitam, gold dan putih memang selalu jadi idola. Good job banget deh soal kemasannya!

Plus, saya juga dikasih kimono warna putih yang bagian belakangnya ada tulisan NY Glow gini. Lucu dan bisa banget jadi kenang-kenangan. Love banget sama semua kemanjaan yang NY Glow kasih ini! 
By the way, sepaket NY Glow Glowing Series ini harganya 600.000, ya. Sangat worth it dengan kemasan dan formulasi yang oke punya. Yuk lah, jangan pelit-pelit sama kulit wajah sendiri!

INFO PENTING!Ada promo 15% pakai kode NYGLOW15 di website nyglowofficial.com dan gratis ongkir hingga 50.000 sampai 31 Desember 2019! Cuss borong buat yang pengen glowing di 2020 🖤 

Semoga review singkat ini ngebantu, ya. Siapa tahu, kamu lagi butuh rekomendasi skincare yang khusus buat kulit kusam dan kurang sehat, NY Glow Glowing Series ini jawabannya!

Psst, kepoin IG NY Glow di sini buat order atau update info diskon terbaru!

Wednesday, May 8, 2019

Mengenal ElsheSkin Lebih Dekat Lewat Campaign Mulia #WeLoveThePlanet

May 08, 2019 0 Comments

Siapa yang baru dengar nama ElsheSkin, cung! Yup, sebuah brand klinik dan skincare lokal ini lagi banyak banget jadi perbincangan karena produk-produk dan perawatannya yang aduhai kece. Apalagi setelah kemarin menggandeng Tasya Farasya buat kolaborasi produk lipstik, nama ElsheSkin semakin menggema baik di online maupun offline.

Kemarin, Jumat, 3 Mei 2019, saya dan teman-teman Jogja Bloggirls berkesempatan hadir di event-nya ElsheSkin yang diadakan di Hartono Mall, Jogja. Seru, karena kemasan acaranya anak muda banget plus ada campaign mulianya, yakni belajar mencintai bumi lewat hal simpel; lebih bijak menyikapi pembuangan sampah! Keren kan? Brand skincare mana lagi yang mau bikin campaign sekece ini!


with JBG team

Tapi, bukan cuma itu aja, ElsheSkin ngajakin kita buat lebih aware sama kondisi kulit mumpung belum terlambat. Karena kita tahu dong, kondisi kulit itu bisa berubah sewaktu-waktu dan bersumber dari banyak faktor. Ya, kemarin kita diajak buat beauty talkshow bareng dokter Mita Sp. Kk dari ElsheSkin. Berfaedah banget pokoknya!



skin check oleh dr. Mita

Selain girang karena bisa ketemu teman-teman dari Jogja Bloggirls, di acara ElsheSkin kemarin ini kita juga bisa langsung chit-chat sama tenaga berpengalaman soal kesehatan kulit, yang langsung didatangkan dari klinik ElsheSkin. Eh, ada booth yang memanjakan hasrat belanja skincare sama make-up juga lho dari Elshe. Ah, pengen deh keulang lagi acar kemarin!




Karena acaranya memang fun banget, ada juga lho games dan puluhan hadiah yang memang disediain langsung sama panitia. Nggak heran, pengunjung Hartono Mall yang tadinya mlengos, langsung ikutan games sama beberapa challenge dari panitia. Hahaha, what a special moment!




Ngomongin soal campaign mulia yang diusung tim ElsheSkin, kita dan pengunjung Hartono Mall diajak buat ngebuang sampah plastik di sebuah kotak yang ada ajakan untuk lebuh peka sama keadaan lingkungan sekitar, terutama soal bahaya sampah. Keren deh, kita jadi tahu kalau kondisi bumi memang nggak lagi baik-baik aja, karena kebiasaan buruk kita yang ngebuang sampah sembarangan.




Bukan cuma bisa lebih peka sama pengelolaan sampah, ElsheSkin juga ngasih reward ke kita-kita dan pengunjung Hartono Mall berupa penukaran 1 buah nail polish dengan 1 buah sampah kering tadi. Kece, kan? Cuma ElsheSkin nih yang bisa begini!

...

Oh ya, mumpung mau lebaran nih, ElsheSkin juga nawarin beberapa promo treatment yang ramah di kantong mahasiswa, lho! Promonya juga berlaku selama Ramadan ini, jadi kamu kudu cepet-cepet kalau mau kulitnya glowing, sehat plus makin muda pas lebaran nanti! Ini nih promonya...


treatment promo!

treatment promo!

Jangan lupa buat follow Instagram @elsheskin sama @elsheskinclinic juga buat update info-info soal kesehatan kulit, produk perawatan yang pas buat kondisi wajah sampai informasi promo yang sayang banget kalau kelewatan! Oh ya, alamat kliniknya ada di Jalan Nologaten, Yogyakarta, ya! Cuss, ah ~

Yuk, jadi bagian dari ElsheSkin sekarang juga!

Wednesday, April 24, 2019

Trik Aman dan Nyaman Belanja di Shopee #BukanEndorse

April 24, 2019 0 Comments
Sebagai penganut paham "yang gratisan yang dipilih", belanja online khususnya di Shopee udah kayak pup buat saya, sering! Bukan karena sok kaya atau duitnya tinggal metik, belanja di Shopee udah banyak mempermudah hidup saya, baik dari segi waktu atau tenaga. Percaya juga nggak, sesepele beli kaldu bubuk sama minyak goreng aja, Shopee udah jadi andalan buat saya. Abis gimana, gratis ongkir sih! Lebay, ya?

Nah, karena udah kurang lebih setahun saya langganan di Shopee (dari berbagai seller, nggak cuma satu), saya jadi pengen share deh trik aman dan nyaman buat belanja di sini. Semoga belum basi dan banyak yang merasakan manfaatnya ya abis ini!
Btw, ilustrasi yang saya pakai ini aplikasi Shopee via handphone ya biar makin gampang!
Pertama, pastikan kamu punya m-banking dan aplikasi Shopee yang stay di HP alias nggak di-install-hapus-install-hapus melulu. M-banking punya banyak fungsi, terutama mempermudah pas transaksi karena ini gratis, nggak kemakan biaya administrasi kayak pas bayar di minimarket 24 jam. Plus, kamu jadi hemat waktu juga. Yakali, ngapain capek-capek ke ATM kalau udah percaya bahwa belanja online itu mempermudah, kan?

Punyai aplikasi Shopee yang stay terus di HP biar meminimalisir lupa email dan password. Nggak lucu kan kudu punya banyak akun dan kehilangan belanjaan di troli?

Kedua, cari barang yang kamu pengen di kolom pencarian dengan meng-klik tulisan "star seller" atau "shopee mall". Trik ini ngebantu saya banget pas bingung mau beli barang A, tapi takut penjualnya nggak amanah. Makanya, kedua fitur ini bisa jadi acuan, karena biasanya sih penjual yang udah jadi "star seller" atau masuk ke Shopee Mall banyak amanahnya. Oya, kita juga bisa claim garansi kalau transaksi lewat star seller atau Shopee Mall.


star seller atau shopee mall

Ketiga, percuma kamu belanja di star seller atau Shopee Mall kalau nggak memantau sendiri nasib paketmu. Jadi, Shopee udah baik banget ngasih fitur di mana kamu bisa ngecek status plus nomor resi paketmu. Jadi ketahuan tuh, seller mana yang lama banget pengemasan sampai pengiriman barangnya. Jangan males buat cek terus, ya!


riwayat pesanan

Keempat, manfaatkan promo gratis ongkir dan klaim voucher-nya selagi ada! Shopee nggak cuma ngasih gratis ongkir dengan minimal belanja, voucher gratis ongkir tanpa minimal belanja juga sering banget diadain, tapi jarang yang ngeh aja. Makanya, kadang ada seller yang bilang kalau gratis ongkir dengan minimal belanja, tapi ujung-ujungnya tetap bayar juga. Makanya, voucher gratis ongkir ini berguna dan menguntungkan banget!


gretongaaaan!

Kelima, jangan ragu buat chat personal ke seller kalau kamu ragu sama ketersediaan barang. Sekalian, di sini kamu bisa tahu kalau seller ini kooperatif apa nggak dengan ngelihat berapa lama dia balas chat. Oh ya, kalau kamu rajin chat setiap kali mau beli, kamu jadi terlatih buat hati-hati pas belanja online!


chat personal

Keenam, PLEASE seloin waktumu buat stalking review dari pembeli lain! Sesimpel kamu jadi bisa tahu penampakan asli barang yang bakal dibeli, pertimbanganmu untuk berani ngeluarin duit jadi makin matang. Bandingin juga "bintang' yang udah dikasih pembeli, ya. Kalau bintang 5-nya lebih banyak di banding bintang 1-nya, masih oke lah buat dibeli!


review

Ketujuh, pastikan alamatmu benar dan nomor telepon yang ada di bio merupakan identitas aktif! Nggak lucu kalau kurirnya bingung mau kirim paket ke mana, kan? Jangan sampai kamu nuntut seller atau pihak Shopee kalau barang belianmu hilang.


identitas aktif

Kedelapan, JANGAN terkecoh dengan hasil pencarian yang langsung memunculkan produk yang kamu cari! Ini penting, buat menyeleksi barang serupa tapi harganya jauh lebih murah. Lagipula, seller di Shopee kan jutaan dan nggak semua menjual barang murah, kan? Nah, thank me later kalau berhasil, ya!


bandingin deh harganya!

Kira-kira gitu ya tipsnya, buibu pakbapak! Ini yang biasa saya praktikkan dan nggak pernah kecewa sih Alhamdulilah. Oh ya, dalam sejarah belanja saya di Shopee, saya belum pernah bayar ongkir karena emang pakai voucher dan selalu lebih dari minimal belanja, muehehehehehehehe...


Semoga berguna ya tips dan trik receh ini, sobat gratisanQUWWW!

Wednesday, January 9, 2019

Sekarang Makin Paham, Kepentingan Keluarga Memang Nomor Satu! #AksiFlashBunda

January 09, 2019 0 Comments

Menjadi seorang ibu baru adalah tantangan tersendiri. Belum lagi, saya hanya tinggal berdua dengan suami karena orangtua jauh semua. Awalnya ragu, "bisa nggak ya kita?". Tapi makin ke sini, kehadiran Ken adalah sumber kekuatan tersendiri. Nggak tahu deh, semesta seperti tegas mengamini.

Karena kami berdua pun sepakat untuk nggak pakai ART atau nanny, semua urusan rumah tangga kudu banget diselesaiin berdua, MAU NGGAK MAU! Dari mulai bangun pagi sampai mau tidur lagi, ada aja lho hal yang bikin kita berantem (berantemnya mesra dooong). Ya gimana lagi, konsep bersihin rumah buat cowok sama cewek kan beda, ya? Hmmm...

Udah ya basa-basinya...

Di sini saya cuma mau menegaskan kalau keluarga itu memang nomor satu. No matter what, mau kamu ibu atau bapak baru. Mau kamu anak SMA yang baru lulus lalu memutuskan buat menikah, keluarga ya kudu diprioritaskan! Bahkan, kamu nggak bisa tuh checkout belanjaan dulu sebelum anak dan suamimu kenyang. 

Hal ini makin saya sadari sepulang dari rumah teman semasa kuliah, kebetulan dia juga baru punya anak yang usianya selisih 2 bulan sama anak saya. Setelah ngobrol ngalor ngidul, hal yang paling membuat saya nggak nyangka adalah awareness teman saya ini sama kesehatan keluarganya. FYI, teman saya ini orangnya super cuek, boro-boro bisa masak, ngebedain mana merica mana ketumbar aja dia nggak bisa :(


Ini apa, Ren?
Oh, itu Thromboflash. Obat memar sama lebam gitu. Anak gue lagi aktif banget, takut aja dia kejedot apa gitu kan, kasian...
Jadi ini krim lebam buat bayi?
Bukan, ini bisa buat segala usia. Kayak sahabat keluarga gitu deh. Cinta banget gue sama produk ini. Mama juga pakai soalnya
Wih, jadi pas item lebam gitu bisa langsung diolesin aja?
Iya laaaah... Sesimpel itu. Wajib deh lo taruh di kotak P3K biar nggak takut sama lebam!

Kalau yang penasaran gimana bentukannya si Thromboflash, ini dia!

source: IG @thromboflash
Saya masih belum hilang heran pas dia juga ngejelasin panjang lebar soal produk yang katanya ajaib ini buat ngilangin memar. Kata Renna, Thromboflash ini sudah bersetifikasi halal, jadi nggak heran kalau dia ini nyaman dan aman. Melindungi konsumen banget, ya?

Kandungan aktif dari Thromboflash yang juga ajib, masih kata Renna, adalah Heparin Sodium 200IU yang fungsinya buat melarutkan gumpalan darah di bawah permukaan kulit, mengurangi peradangan, melancarkan peredaran darah dan mempercepat penyembuhan. 

"Wiiiih, sejak kapan lo jadi pakar kesehatan gini, Ren?" celetuk saya sambil nahan ketawa.

Sesederhana itulah hal yang membuat saya jadi makin paham kalau keluarga itu nomor satu. Perkara anak kejedot pintu atau pinggiran kasur pun akan jadi bencana, kalau kita sebagai ibu nggak tanggap dan siap siaga. Begitu pula saat tangan suami nggak sengaja kepentok palu dan lebam, tugas si istri lah buat mengobati sembari mengecup kening biar cepat sembuh.


source: IG @thrombloflash

Nah, karena saya orangnya cukup kompetitif, langsung deh mau nyetok Thromboflash ini di rumah karena sebentar lagi si Ken juga masuk usia aktif. Khawatir aja, bakal ada drama nangis-nangis nggak jelas karena kejedot pinggiran kasur. Bisa-bisa jatah belanja saya dikurangin nanti sama suami karena kurang hati-hati ngurus anak, hehe.

Thromboflash ini sendiri udah bisa dibeli di apotek atau supermarket terdekat, kok. Harganya pun reasonable untuk fungsinya yang ajib. Please lah, Bund, jangan pelit-pelit sama keluarga!

Saya banyak belajar dari Renna berkat kunjungan hari itu. Nggak nyangka, teman seperjuangan yang terkenal cueknya bisa punya pemikiran cerdas buat siap siaga jadi ibu di rumah. Thank you ya, Ren!

Buat para ibu di luar sana, yuk sama-sama jadi ibu yang tanggap buat segala macam permasalahan dalam keluarga. Mementingkan keluarga di atas segalanya itu nggak ada ruginya, kok. Malah, dari sanalah sumber pahala dan kebahagiaan kita berada. Salam, #AksiFlashBunda!

Tuesday, January 8, 2019

Menghamba Pada Istilah, "Skin Care Dulu, Make-Up Kemudian"

January 08, 2019 0 Comments

Hi, netizen!

Sebelumnya saya mau ngucapin terimakasih buat yang udah baca artikel saya, "#REKOMENDASI Skin Care dari Brand Lokal yang Bikin Kulitmu Glowing dan Bebas Jerawat" karena sebulan terakhir udah jadi trending post di blog saya. Aaak, terimakasih banyak yang udah mau nyempet-nyempetin baca, ya!

Yup, seperti nggak habis-habisnya menebar racun soal perawatan kulit, kali ini saya lagi mood nulis tentang skin care vs make-up. Kenapa? Karena saya sendiri yakin kalau kalian pun membutuhkan rekomendasi atau tips seputar perawatan wajah sampai badan yang akurat, walau bukan berasal dari pakar atau dokter.

So, pernah nggak sih kalian dengar istilah, "skin care first, make-up later"? Setelah saya pahami, istilah yang dipopulerkan para beauty enthusiast ini memang benar adanya. Bukan cuma buat mereka yang concern di dunia kecantikan, ini pun berlaku buat semua kalangan, termasuk kamu yang eneg ngelihat komedo atau bruntusan yang datangnya nggak pernah diundang. SBL, KZL!


"Kenapa skincare dulu sih? Aku kan lebih nyaman pakai make-up!"

source: pinterest.com

Kalau kamu pernah menemukan jerawat segede dosa-dosa di jidat pas bangun tidur, bisa jadi itulah dampak dari kelalaianmu buat ngebersihin muka semalam. Ngaku deh, malam tadi mungkin kamu lagi pakai foundation, BB Cream, bedak padat atau highlighter super tebal, TAPI LUPA NGEBERSIHIN! It's a BIG NO!

Selain karena sarung bantal atau sprei yang kotor, lupa ngebersihin muka sebelum tidur itu musibah banget. Bukan cuma jerawat sih yang jadi masalah, kelalaian macam ini juga bisa berimbas ke melebarnya pori-pori. Iyuh!

"Nyaman pakai make-up" yang kayak apa dulu nih? Jangan-jangan, itu cuma alibimu aja karena terlalu malas bersihin muka (maksudnya di sini double cleansing, ya) atau cuma ikut-ikutan beauty vlogger yang pakai make-up tebal tapi mukanya baik-baik aja. HEEEEEEEY, U PIKIR MEREKA nggak pakai skincare dan olweis ngebersihin muka rutin? Think again, girls!

Rajin dan cerdas memakai skincare akan membuat kondisi wajah jauh lebih baik, meski nggak bakalan seantik Chealsea Islan

source: giphy.com

Skincare nggak harus mahal, camkan itu! Apapun yang cocok buat wajahmu, ya itulah yang harusnya kamu pakai tanpa gonta-ganti karena ikutan tren. Misalnya cocok pakai milk cleanser + toner dari Viva yang cuma enam rebuan ya nggak apa-apa, toh cocok juga kan?

Jangan terpaku sama apa yang dipakai A atau B, karena kalian berasal dari Ibu dan Bapak yang berbeda. Jangan nyamain, DOSA!

Memilih skincare emang PR banget, ya. Kalau kamu paham soal ini, harusnya kamu mulai mengenali jenis kulitmu. Oily kah, normal kah, acne-prone kah atau kombinasi kah. Jangan sampai, kamu ikutan tren dengan pakai aloe vera soothing gel padahal kulitmu super berminyak. Hmmm, pie nek ngene iki?

Make-up bisa nanti, setelah kondisi wajahmu membaik meski tanpa "bantuan" krim atau dokter

source: giphy.com

Kondisi wajah yang membaik itu bisa diartikan sebagai mulai mengecilnya kemungkinan timbulnya jerawat meradang, komedo atau flek-flek nggak penting secara continue. Jadi walaupun kulimu nggak putih-putih amat, yang penting adalah sehat dan nggak gampang break-out tanpa dopping dari krim racikan dokter. Ngerti kan maksudnya?

Make-up mahal nggak akan ada artinya kalau dipakai para pemalas! Kamu, iya kamu...

Meski saya bukan dermatologyst, saya sedikit banyak paham kenapa para beauty vlogger yang kesehariannya selalu kepapar make-up, tapi wajahnya mulus-mulus aja. Mereka mungkin nggak speak-up secara langsung, tapi pasti ada semacam "ritual" memakai skincare yang rutin dilakukan.

"Terus, apa yang dimaksud skincare first? Adakah praktik langsung yang lebih realistis?"

source: giphy.com

Saya adalah penganut "make-up" bare face setiap harinya. Jangankan foundation, lipstik aja saya jarang pakai kecuali buat kondangan, meeting atau pergi ke acara keluarga. Bare face is a good thing, menurut saya.

Selain membuat kondisi kulit wajah jauh lebih baik, "absen" dari make-up merupakan ikhtiar paling bijak supaya kamu irit belanja bedak dan kawan-kawannya. "Percayalah kalau air wudhu dan senyum itu make-up paling cantik di dunia", begitu kata Mamah Dedeh ~

Nah, hal tersimpel yang bisa dilakukan di rumah kalau kamu ingin menghamba pada istilah "skincare first, make-up later" adalah dengan seperti ini:

  • Rajin double cleansing (jadi nggak cuma cuci muka, tapi bersihin muka pakai cleansing oil atau semacamnya pakai kapas supaya make-up dan residu-residu lain keangkat sempurna)
  • Maskeran seminggu 2-3 kali (bebas sih mau masker apa aja. Karena tujuan masker adalah menyeimbangkan pH dan menenangkan kulit, kamu bisa pilih sheet mask atau peel off mask biar lebih nyata hasilnya)
  • Scrubbing seminggu sekali (eh, ternyata double cleansing itu nggak cukup! Masih ada"ritual" scrubbing yang harus kamu lakukan seminggu sekali. Fungsinya apa? Fungsinya adalah untuk mengangkat sel kulit mati yang terlanjur menumpuk di pori-pori)
  • Pakai toner dulu sebelum nimpa wajah pakai make-up! (ibarat manasin motor di pagi hari, wajahmu pun butuh asupan bergizi sebelum ditimpa make-up biar nggak gampang break-out. Ya, si toner ini jawabannya!)
  • Pakai serum kalau perlu (sesuaikan dengan kondisi wajahmu dulu, ya. Serum ini diformulasikan buat lebih gampang nyerap ke lapisan kulit terdalam. Jadi kalau kamu asal milih, ya jangan heran kalau kulitmu bakal nolak)
Gimana menurut kalian? Setuju nggak kalau skincare emang ternyata sepenting itu buat masa depan umat? Setuju juga nggak kalau pemakaian make-up yang berlebihan bakal membuat kulitmu "terkikis" pelan-pelan tanpa adanya "benteng pertahanannya?" Hmmm, camkan deh coba ~

source: giphy.com

Ditunggu komentar tercetarnya, ya!


Thursday, December 20, 2018

#ReviewRacun SilkyLuz Bohemian Bar Soap; Cocok Buat Berbagai Masalah Kulit Wajah

December 20, 2018 1 Comments

Hai, kangen nggak sama review dari saya? Ya, walaupun kadang terlalu maksa buat ngelucu, saya tetap ketagihan buat ngeracunin anda-anda sekalian dengan produk yang saya temui atau beli. Sudah, Sil, cukup basa-basinya!

Oke, karena kalian pasti sudah tahu kalau saya lebih concern sama skincare di banding make-up, racun kali ini tentu saja masih soal skincare dan lebih tepatnya sabun muka!

Eits, bukan sabun muka biasa yang bisa kamu temui di toko atau mal, facial wash kali ini mengusung tema Bohemian (uopo to iki?) yang pastinya nggak kamu temui di sabun-sabun lain.

Tema Bohemian lebih fokus kepada segala sesuatu yang natural dan dekat dengan alam. Seperti nggak terikat akan sesuatu, Bohemian juga lekat dengan jiwa petualang dan bebas berekspresi.
Oh ya, ngomongin bentuknya yang bar alias kotak, Silkyluz Bohemian Bar Soap ini memang beda dari teman-temannya. Di mana, hal ini justru bisa jadi keunikan tersendiri. Good job deh buat bentuk sama packaging-nya yang langka but lucu!

Nah, kira-kira gini nih review Silkyluz Bohemian Bar Soap setelah seminggu ini saya pakai:

Packaging:


Bungkusnya lucu batsss! Jadi warna pink pastel yang memang banyak disukai dan eye catching berhasil menjadi daya tarik tersendiri buat sabun ini. Mungkin kalau saya pas kehabisan sabun muka dan ngeliat si Silkyluz ini, nggak pikir dua kali kok buat beli karena lucu abis!

Tekstur:


Dari segi tekstur, saya rasa sabun batang agak bening ini lumayan keras dan kalau kena air nggak gampang 'meleot' kayak sabun muka batangan pada umumnya. Jadi puas gitu lho pas abis pakai, ditambah busanya yang banyak dan wangi ~

Ingredients:

Komposisi sebuah produk terutama yang berhubungan sama muka itu nomor wahid buat saya. Yup, apalagi ini kulit muka tergolong sensitif dan gatal kalau ketemu ingredients yang 'ngasal'. Makanya, thank God karena si Silkyluz ini punya kandungan penting kayak Minyak Kelapa, Lavender, Madu, Susu Kambing, Olive Oil dan Kojic Acid yang notabene bagus buat semua kondisi kulit.

***Info penting buat kalian!

Jadi saya jelasin ya apa aja sih fungsi dari ingredients unggulan Silyluz Bohemian Bar Soap ini:

Lavender, Minyak Kelapa, Olive Oil: Kaya akan vitamin C, D, E dan K yang bisa menjaga kesehatan alami kulitmu

Kojic Acid: Mencegah penuaan dini dan tanda-tandanya seperti keriput dan noda hitam

Susu Kambing: Melembabkan sepanjang hari

Selain itu, sabun ini Paraben Free jadi aman ya buat ibu hamil atau menyusui. Cihuy!

Harganya Gimana?

Soal harga, sabun ini emang agak pricey karena hampir menyentuh angka 40.000, alias 37.000. Ya kalau kalian masih kuliah atau sekolah sih emang agak PR buat beli sabun ini. Tapi buat saya yang menganggap kualitas lebih segalanya di banding harga, 37.000 buat si Silkyluz mah enteeeng!

Good News!

Silkyluz Bohemian Bar Soap ini bisa kalian beli melalui online alias tinggal klik. Contohnya, website www.avoskinbeauty.com, Shopee, Tokopedia, LAZADA dan online shop resmi di Instagram atau reseller resmi Avo Store. Keren kan?

Eh Hampir Lupa, Silkyluz Bohemian Soap Ini Punya Banyak Fungsi. Ini Nih...

Dari mulai menyegarkan sampai mencerahkan kulit karena kandungan Kojic Acid dan Susu-nya, Silkyluz Bohemian Bar Soap ini pun bisa membersihkan kotoran-kotoran penyumbat pori, lho! Kan tahu sendiri, sekarang jumlah polusi dan radikal bebas udah banyak pol melebihi dosamu sendiri :)

Setelah Dipakai, Apa Efeknya?

Seriusan, Silkyluz calon kesayangan semua orang ini auto bikin seger setelah dipakai. Setelah cuci muka pakai air dingin, di lap pakai handuk dan kena udara itu rasanya sungguh syurga ~ Iya ini beneran, plus nggak bikin kering atau ada sensasi ketarik gitu. Duh, sabun muka tuh emang harusnya gini!

Overall, Silkyluz Bohemian Bar Soap ini memang cocok digunakan buat kulit tropis kayak Indonesia. Formulanya seger, kandungannya oke punya plus bisa dibeli di banyak tempat. Ya, walaupun ngebawanya agak effort sih kalau buat traveling, tapi worth kok sama hasilnya ke kulit muka!

So, buat kalian yang mau beli silahkan mampir ke www.avoskinbeauty.com atau e-commerce di Indonesia, ya! Info lengkap buat order or nanya-nanya ada di sini:

IG: @avoskinbeauty @avostore
Website: www.avoskinbeauty.com

Tuesday, October 16, 2018

Terlahir Bersama Keanu...

October 16, 2018 2 Comments

"Oweek, oweek, oweek..." Suara merdu pertama yang saya dengar setelah lebih dari 12 jam menahan mulas kontraksi. Takjub, terharu dan nggak bisa ngomong apa-apa, terlebih saat Keanu ditaruh di dada saya sembari kami berpegangan tangan erat seketika itu juga. Oh my son, ini best moment yang akan Ibu ceritakan saat kamu mulai bandel 10-20 tahun lagi.

Setelah badan ini remuk redam setelah persalinan, akhirnya memutuskan untuk kembali aktif nulis meski bukan tentang review produk kayak biasanya. Harap maklum, emang lagi nggak pakai banyak make-up dan skincare selama hamil. Ehe, ngelesnya pinter kayak bajaj, ya?

Oya, walau saya tahu kebanyakan pembaca katagadis.id bukanlah ibu-ibu, saya harap akan bertambah banyak yang sadar kalau momen-momen selama kehamilan sampai melahirkan itu LUAR BIASA. Patut banget deh buat dikenang sampai jadi tulisan supaya sedikit menginspirasi, kalau bisa sekalian mengedukasi. Bukan jumawa, emang gitu lho kenyataannya!

Perkenalkan anak laki-laki pertama saya, Keanu. Bayi gendut yang lahir dengan berat 3,4 kilo dan panjang 50 centi ini telah berhasil mengubah prioritas hidup saya dan suami. Bayi yang juga punya jambang mirip Bapaknya ini pun telah secara otomatis membuat saya sadar, bahwa memang benar kuasa Allah perihal kelahiran manusia itu benar ada adanya. Allahuakbar...

"Yeay, saya resmi jadi ibu!" Sebuah spirit yang selalu terngiang di telinga karena memang dari kecil menjadi ibu muda nan cantik jelita adalah salah satu cita-cita saya. Keanu dilahirkan, Ibu Silvi pun otomatis dilahirkan. Begitu lah kira-kira.

Uniknya, ternyata menjadi seorang Ibu itu banyak sekali tantangannya. Bayang-bayang baby blues yang awalnya saya cuekin ternyata sempat saya alami setelah beberapa hari Keanu lahir. Nangis sendiri tanpa sebab jelas adalah salah satu cirinya, bahkan bisa sesenggukan kalau lihat anak kita lagi anteng tidur. Ih, norak, ya? Nggak, ini seriusan bisa menimpa siapa saja!

Bukan cuma itu, mencium aroma leher dan nafas bayi kita itu bisa menjadi semacam mood booster. Asem-asem enak, tapi ya emang enak banget! Sesederhana itu saja sudah bisa membuat saya bangga bisa menjadi seorang ibu, terutama buat Keanu.

Yang nggak kalah unik adalah bagaimana cara saya menyikapi kebiasaan-kebiasaan jelek saya sebelum menjadi ibu; mandi & poop lama. Sekarang boro-boro 10 menit, mandi 5 menit saja sudah syukur karena selain nggak tenang ninggalin anak sendirian, rasa cemas kalau dia nangis adalah faktor utamanya. Kalau ini mungkin semua newbie mom mengalami, ya? Tapi emang unik aja gitu.

Dari sekian banyak hal yang saya alami selama kurang lebih sebulan ini mungkin nggak seheboh yang lainnya, tapi saya betul-betul disadarkan betapa peran Ibu adalah tiap mili detik di kehidupan anak-anaknya. Ibaratnya, lengah sedikit, akan ada hal nggak terduga yang terjadi.

Ibu memang luar biasa, bukan cuma kata sinetron atau quotes-quotes dari Google. Bukannya saya memuji diri sendiri, tapi saya angkat topi buat semua Ibu di alam semesta yang telah secara ikhlas memberikan kehidupan bagi anak-anaknya. Peluh dan air mata rasanya nggak ada apa-apanya di banding secara langsung menyaksikan pelita hati kita tumbuh sehat, sempurna dan bahagia.

Senyum dan tawa mereka, adalah sebaik-baiknya pelipur lara :)

Dan bagi saya, mendekap erat Keanu entah saat dia butuh atau tidak adalah sebuah keharusan. Saya ingin menjadi tempat pertama saat ia mengeluh kelaparan setelah pulang sekolah, sekaligus menjadi wanita nomor wahid yang dia curhati tentang gebetan tercantik di usia remajanya nanti. 

Oh Keanu, secinta ini Ibu sama kamu...

Percayalah bahwa setiap wanita dan Ibu itu istimewa serta punya "taringnya" masing-masing. Jangan ragu untuk mulai belajar bagaimana memupuk rasa sabar dan syukur, sehingga kelak kamu pun akan terlatih dalam menjaga amanah terindah Tuhan, anakmu sendiri...


Terimakasih banyak ya, Nak... Berkat kamu, Ibu telah dilahirkan kembali menjadi manusia yang naik levelnya. Ibu dan Bapak mencintaimu, sampai kapanpun itu...

Tuesday, August 21, 2018

#MarriageLife Part II; Uring-uringan Bukan Solusi, Selama Kamu Masih Punya Hati

August 21, 2018 1 Comments

Nyatanya, mereka yang pernikahannya langgeng sampai puluhan tahun pun nggak henti-hentinya belajar buat ngatur emosi, meredam ego sampai rela mengalahkan keinginan demi terpenuhinya kebutuhan. Lalu, apa kabar kita yang setahun (kurang) menikah? Masih mau sok-sokan?
Di tulisan saya kali ini, saya ingin memposisikan diri sebagai perempuan yang sudah cukup lama menjalin hubungan dengan pria yang super cuek, serius dan punya cara berpikir visioner alias jauh ke depan. So, maklumin ya kalau agak-agak serius dikit :)

Yup, jadi kemarin ini saya iseng bikin polling tentang tema apa yang harus saya tulis di blog. Hasilnya, kebanyakan dari netizen memilih melanjutkan tema #MarriageLife di banding dunia per-skincare-an.

Perlu diketahui, ngatur emosi pas udah nikah sama pacaran itu jauh beda. Jauh banget malahan!

Dulu, saya dan suami adalah tipe pasangan alay yang masih suka ninggalin satu sama lain saat marahan. Niatannya sih biar dikejar terus minta maaf gitu. Jijik memang kalau ingat, tapi masa' iya pas udah nikah mau gini juga? Yang ada percuma, karena pas mau bobok juga ketemu lagi kan?

Saya bisa bilang kalau cara ngatur emosi pas pacaran dan di pernikahan itu jauh beda karena faktor intensitas pertemuan. Let's say, kita hanya ketemu pacar beberapa jam dalam sehari, bisa pagi, siang atau malam doang. Tapi kalau udah nikah, yakali bakal jarang-jarang, kan nggak? Kecuali buat yang LDR, ya... Intensitas ketemu pas udah nikah jelas lebih banyak. Mau marahan lama juga kayaknya susah, ya.

Marahannya orang pacaran dan yang udah nikah pun pastinya mengalami 'kenaikan kelas'. Yang tadinya ngambek kalau chat 'udah maem belom?'-nya lama dibalas, sekarang jadi agak elegan karena duit bulanan belum juga turun buat beli beras. Gitu aja terus, karena memang ini fase alaminya.

Lagipula, mengatur emosi pas pacaran sama di status pernikahan itu bisa mendewasakan pelakunya secara otomatis. Jadi ya, nggak ada kata terlambat buat terus belajar :)

"Menikah dengan suami atau istrimu kan pilihan, jadi kenapa hobi banget marahan?" Kalimat menohok dari seorang tetangga ketika sedang berbincang soal ubo rampe pernikahan

Rutinitas menyapu teras kontrakan kadang juga berbuah manis, selain buat olahraga dan menghirup udara pagi. Ya, kemarin ini saya baru aja ngobrol sama tetangga yang kebetulan nggak deket-deket banget tapi bisa lah ya jadi teman ngobrol.
Eh, kapan lahiran? Udah makin gede, lho...
Doakan September ini, Bu... Hehe...
Oh, semoga lancar ya semuanya...
Amin, amin makasih. Bapak udah berangkat kerja?
Barusan nih berangkat, tapi lupa sarapan padahal udah tak siapin dari subuh...
Wah, sayang dong, ya...
Lhaiya, tapi yaudah nggak apa-apa... Lagi males marahan. Lhawong saya yang milih dia, males aja kalau emosian terus. Hehe...
Obrolan singkat nan sederhana ini mungkin nggak berbekas di hati semua orang, tapi beda sama saya. Saya menganggap pagi itu adalah awal hari yang baik buat introspeksi diri tentang pentingnya kontrol emosi ke pasangan. Terlebih buat yang baru banget nikah, ego sama gengsi memang lagi tinggi-tingginya. Nggak heran, ada lho yang rela menduda atau menjada di bulan pertama pernikahan :)

Nggak perlu ah tahu semua urusan suami atau istri di luar rumah. Lhaiya, ini kan kaitannya sama komitmen! 

Modal percaya doang memang nggak selalu mulus. Buktinya, banyak kok yang udah mati-matian percaya sama pasangannya, akhirnya 'sakit' karena diselingkuhin juga. Ya gimana, manusia kan memang tempatnya lupa? Eits, ini bukan alibi lho, bukan.

Tapi, kalau kita mau renungkan lagi, menjaga komitmen pernikahan itu jauh lebih sulit di banding nge-hack password HP pasangan kita. Ini hubungannya sama hati, di mana bisa saja porak-poranda walau hanya tersakiti sekali. Bener nggak?

Jadi kalau buat saya, ngecek rutin WA suami atau history call-nya itu buang-buang waktu. Ya kadang sesekali masih sih begitu, cuma nggak lebay yang tiap malam mau tidur gitu. Sewajarnya saja, karena tadi, modal saya adalah menjaga komitmen dan berusaha percaya.

Lagian, kita ini masih punya banyak waktu untuk meyakinkan diri lewat ngobrol berdua sama pasangan kita kan? Misalnya nih, nanya dia ngapain aja hari ini pas lagi makan berdua biar momennya pas. Jangan deh sekali-kali nanyain hal-hal begini pas pasangan kita baru aja nyopot sepatu sepulang kerja. Bisa-bisa, bakal ada perang dunia ke 3 :)

Berpikir lewat dua sudut pandang, bukan cuma ingin di mengerti karena alasan "aku kan cewek, aku kan lemah!"

Saya nggak memungkiri sih kalau zaman sekarang banyak banget hal yang bisa dijadikan alasan, supaya terucap kata 'maaf' seketika setelah terjadi pertengkaran. Walaupun saya sendiri sadar, hal semacam ini nggak sepenuhnya benar karena kita jadi susah buat belajar.

Jadi, poin yang satu ini saya dapatkan dari suami pas lagi emosi-emosian minggu lalu. Dia bilang, kalau di balik tangisnya seorang istri jelas ada hati suami yang lebih teriris. Meski mungkin dia nggak kayak aktor drama Korea yang ngelus rambut ceweknya pas nangis, percayalah kalau dia masih punya hati buat ngerasain betapa sakitnya hatimu saat itu.
Kalau kamu terus-terusan berpikir pakai sudut pandangmu, kapan kamu bisa menghargai orang lain termasuk suamimu? Inget deh, bentar lagi bakal jadi ibu lho kamu ini...
Kamu perlu paham, kalau memposisikan diri di posisi orang lain itu nggak gampang, tapi masih bisa diusahakan. Jangan pakai alibi  macem-macem yang malah bikin aku bingung. Kamu masih punya hati buat ngerasain kan gimana sakitnya perasaan orang lain? Yaudah pakai patokan itu aja, jangan doyan nangis atau uring-uringan doang!
Dua pernyataan yang masih suka bikin saya terharu, sampai sekarang. Hmmm, kadang cara berpikir laki-laki memang lebih logis ya di banding perempuan? Jadi saya nggak heran, kalau kata-kata suami tadi bisa jadi bahan introspeksi.

Sadari dan buktikan nanti, bahwa masih ada banyak hal menarik untuk dibahas di banding emosian atau uring-uringan

Kayak yang saya bahas di artikel soal pillow talk minggu lalu, ternyata menikah dan menghabiskan waktu ngobrol berdua itu asyiknya melebihi belanja diskonan! Believe it or not, hal ini saya rasakan selama 8 bulan berstatus sebagai istri.

Nggak gampang sih begitu aja ngatur emosi, apalagi pas lagi marah-marahnya sama suami karena dia pulang telat atau capek beresin rumah sendiri. Nggak gampang, nggak gampang sama sekali!
Tapi, saya berusaha menjadi perempuan waras dengan mengingat hari di mana Fajar dengan tegas menghalalkan saya di depan puluhan orang, Desember 2017 lalu. Saya yakin bahwa dia memilih saya bukan untuk permainan, meski hanya Tuhan yang tahu kapan kami akan terpisahkan.
Saya seketika mellow dan jadi sadar, kalau marah terlalu lama hanya akan menimbulkan dendam, padahal jelas ini akan membawa dampak buruk buat pernikahan kami ke depannya. Huhuhuhuhu, terharu ~

So, saya di sini nggak menggurui siapapun karena di dunia pernikahan saya termasuk newbie. Tapi, coba deh praktikkan dan rasakan gimana sensasinya! Uh, enak dan nikmat banget ngejalaninnya!!!
Love in marriage is more than just a feeling or an emotion; it is a choice! -Myles Munroe-
Thank you buat yang udah baca sampai selesai, semoga bisa jadi bahan introspeksi, khususnya kalau lagi nahan amarah atau emosi :)