Dear, Abang Tukang Sayur Keliling Langganan...

Semenjak nggak lagi bekerja kantoran, eksistensi abang-abang penjual sayur keliling sangatlah penting buatku. Bukan cuma nyaman dan nyantai karena nggak harus repot pergi ke pasar buat beli isi kulkas, tapi ternyata ada sensasi tersendiri ketika berbelanja atau bahkan berlangganan dagangan mereka. Stop, jangan suudzon dulu, ini murni ngomongin soal sayuran, tahu tempe dan kawan-kawannya, kok.

Tapi yang aku heran, abang-abang sayur keliling ini seringkali "ngecewain", terutama saat mereka entah dengan sengaja atau nggak, lupa bawain pesananku by japri WhatsApp beberapa hari lalu. Katanya sih gini,

"Maaf mbak, pesanan njenengan lupa tak belikan, besok ya mbak..."

Eh, besoknya ternyata begini...

"Tadi tak samperin ke pasar pusat mbak, bakule ternyata tutup..."

Hmmm, aku sih bukan marah yang sampai ngeviralin ke medsos gitu, ya. Cuma, kadang rasanya kayak di PHP-in gebetan gitu, lo. Inget kan zaman-zaman baheula pas kita naksir kakak kelas bintang basket, tapi ternyata dia udah punya pacar yang notabene jauuuuuh lebih cantik, pinter dan femes daripada kita? Nah, gitu deh kira-kira.

Setelah jadi ibu, aku tuh jujur (justru) gampang ke-trigger sama hal-hal sepele, walau nggak semuanya bikin dongkol-ya paling ngambek-ngambek dikit lah. Jadi, kayak semuanya yang terjadi setiap harinya tuh kalau bisa penginnya ideal, nggak saling nabrak atau bahkan berubah jalur jauh dari rencana semalam sebelum tidur. Ada yang sama?

Persis kayak cerita soal tetelan daging sapi yang udah 2 hari nggak dibawain abang sayur keliling tadi, hidupku memang cukup banyak kisah-kisah "nyebelin" yang ujung-ujungnya cuma, yaudeh deh mau gimana lagi...

Tapi nyatanya, dalam hidup ini akan selalu ada aja kejadian-kejadian yang ending-nya bikin kita jauh lebih bersabar, ya. Entah karena hal sepele atau hal besar sekalipun, selalu mengambil hikmah dari setiap peristiwa itu udah seperti sebuah keharusan, tujuannya sih biar hidup lebih legowo aja gitu.

Jadi, nggak mungkin segala hal itu 100% sesuai dengan ekspektasi kita, walau udah diusahakan semaksimal mungkin. Beberapa persennya bisa jadi cara Tuhan buat mengingatkan kita buat lebih sabar dan belajar lagi. Gitu nggak sih?


Comments

Popular posts from this blog

Demi Glowing 2020; Percayakan Perawatan Wajah dengan NY Glow #GlowingSeries

Tetap Cinta Skincare Lokal; Review Jujur Adoraly Skincare

Seandainya Tetangga Tahu, Bahwa...