[PARTNERSHIP] Detail Program Dayamaya BAKTI Kominfo yang Bertujuan Menyejahterakan Daerah 3T. Keren, Inovatif dan Kreatif!

Membahas tentang program-program pengembangan daerah di Indonesia memang selalu seru, ya. Aku pribadi selalu excited tiap kali membaca atau mendengar kalau pemerintah mengadakan program tertentu untuk memajukan sebuah daerah, khususnya daerah-daerah tertinggal. Selain jadi tahu kalau ternyata peran pemerintah masih aktif, aku juga jadi dapat insight baru soal program memajukan daerah yang pastinya keren serta inovatif.

Seperti Program Dayamaya yang baru dilaksanakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika). Memfokuskan program ke daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam banyak hal khususnya dari segi perekonomian dan komunikasi.

Kenapa Program Dayamaya BAKTI ini keren?

Ya, sesuai yang aku bilang tadi, program yang bertujuan memajukan daerah 3T ini patut diapresiasi karena menggandeng para Startup e-Commerce, Komunitas, Kelompok Masyarakat dan UMKM. Mereka tentu memegang peran penting dalam kemajuan masyarakat yang sudah modern seperti sekarang ini.Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, Danny Januar Ismawan, pun sepakat bahwa startup e-commerce, kelompok masyarakat dan pelaku UMKM ini mampu memajukan program Dayamaya karena bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Lalu, inisiatif dan kontribusi apa saja yang dilakukan dalam Program Dayamaya?

Inisiatif dalam Program Dayamaya

Mengingat kemampuan dari segi ekonomi dan kecakapan komunikasi masyarakat 3T perlu ditingkatkan, inilah 3 kontribusi yang telah dilakukan Program Dayamaya:

Autorin

Autorin

Autorin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan pelayanan baik online maupun offline. Kemarin, mereka berkesempatan melakukan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata lewat program Dayamaya di Natuna.

Hal ini tentu berkaitan dengan sektor pariwisata yang mengalami dampak cukup besar selama masa pandemi. Diharapkan, pelatihan ini mampu meningktkan daya kunjung masyarakat setelah masa pandemi berakhir. Warga pun diarahkan untuk mulai mengenali potensi wilayah mereka yang bisa menjadi destinasi pariwisata.

Bukan hanya saat masa pandemi, kemampuan sebagai pemandu wisata baik online maupun offline ini diharapkan bisa berjalan dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi. Apalagi, dalam pelatihan kemarin Autorin juga memberikan detail tentang virtual tour yang kini makin diminati masyarakat luas.

Cakap

Cakap

Sejalan dengan pelatihan pemandu wisata yang dilakukan Autorin, Cakap yang merupakan platform pembelajaran bahasa asing secara online juga mengadakan pelatihan yang nggak kalah keren. Mereka mengadakan digital assesment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Language), peserta pelatihan yang terdiri dari 250 pelajar SMA ini dibimbing langsung secara daring oleh guru Bahasa Inggris dari Cakap.

Diharapkan ke depannya, para peserta mampu terampil dari segi bahasa khususnya bahasa asing. Karena menurut Tommy Yunus selaku CEO dari Cakap, kemampuan bahasa asing sangat dibutuhkan dalam kemajuan berbagai industri, salah satunya industri pariwisata yang memang sedang gencar dimajukan di daerah 3T tersebut.

Jahitin

Jahitin

Program yang satu ini juga nggak kalah keren, yakni memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan kain tenun sehingga lebih layak jual. Khususnya di daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, di mana produksi kain tenun sangatlah berlimpah.

Dengan mengadakan pelatihan pengolahan limbah kain tenun, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan jahitan yang bernilai jual untuk didisitribusikan ke berbagai sektor. Contoh bentuk jahitan tenun yang dibuat adalah cussion pillow, di mana saat ini sedang banyak diminati.

Skill mengolah limbah dengan menjahit ini tentu banyak mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini masih belum maksimal dalam pendisitribusiannya. Hasilnya, skill menjahit ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat meski sedikit demi sedikit.

Itulah ketiga kontribusi dari masing-masing kelompok dalam rangka memajukan Program Dayamaya BAKTI. Tentunya, hal ini selaras dengan tujuannya yang ingin memajukan daerah 3T menjadi lebih berdaya dan maju dengan cara yang mudah namun modern.

Salut ya sama ketiga inisiatif yang dilakukan Program Dayamaya tadi. Semoga ke depannya membawa dampak positif buat masyarakat yang dikunjungi dan meluas lagi hingga ke pelosok negeri, ya!

Cari tahu informasi lebih lengkap seputar Program Dayamaya BAKTI di sini, ya!

Comments

Popular posts from this blog

Rekomendasi Film Barat Romantis Sepanjang Masa. Wajib Nonton!

Selektif Memilih Menu Makanan Buat Anak Itu Wajib Hukumnya!

[REVIEW] Rangkaian Body Care dari Scarlett Whitening yang Viral. Senampol Apa, Ya?